Oksal Acid Dihydrate Berat Molekuler dan Penggunaan Titrasi Dijelaskan

December 15, 2025
Perusahaan terbaru Blog tentang Oksal Acid Dihydrate Berat Molekuler dan Penggunaan Titrasi Dijelaskan

Oxalic acid dihydrate (H2C2O4•2H2O) adalah reagen kimia penting yang banyak digunakan sebagai standar utama dalam kimia analitis.Berat molekulnya yang tepat sangat penting untuk menyiapkan larutan standar dan melakukan analisis kuantitatifArtikel ini merinci metode perhitungan berat molekul asam oksalat dihidrat dan mengeksplorasi aplikasinya dalam titrasi standar.

Perhitungan Berat Molekul

Berat molekul mewakili jumlah massa atom dari semua atom dalam molekul, dinyatakan dalam gram per mol (g/mol).perhitungan melibatkan langkah-langkah berikut::

  1. Identifikasi atom dan jumlahnya:Rumus molekul menunjukkan setiap molekul mengandung 2 atom hidrogen (H), 2 atom karbon (C), dan 6 atom oksigen (O). Dua molekul air (2H2O) berkontribusi 4 atom hidrogen dan 2 atom oksigen,sedangkan asam oksalat (H2C2O4) memberikan 2 atom hidrogen, 2 atom karbon, dan 4 atom oksigen.
  2. Massa atom referensi:Hidrogen (H) memiliki massa atom relatif ~ 1,008 u, karbon (C) ~ 12,01 u, dan oksigen (O) ~ 16,00 u.
  3. Menghitung berat molekul:Kalikan massa setiap atom dengan kejadian dalam rumus dan jumlah produk:

    Berat molekul (H2C2O4•2H2O) = (2 × 1,008) + (2 × 12,01) + (6 × 16,00) = 2,016 + 24,02 + 96,00 = 126,036 g/mol

Dengan demikian, berat molekul oxalic acid dihydrate adalah sekitar 126,07 g/mol.Perhatikan bahwa nilai massa atom presisi yang lebih tinggi memberikan hasil yang lebih akurat..

Aplikasi dalam Titrasi Standar

Oxalic acid dihydrate berfungsi sebagai standar utama untuk kalibrasi larutan alkali seperti natrium hidroksida (NaOH).Titrasi standar secara kuantitatif menentukan konsentrasi yang tidak diketahui melalui reaksi stokhiometrik dengan larutan standar.

Proses Kalibrasi Larutan NaOH:
  1. Berat yang tepat:Mengukur dengan tepat oxalic acid dihydrate menggunakan timbangan analitis dan membubarkannya dalam air suling.
  2. Titrasi:Secara bertahap tambahkan larutan asam oksalat dari buret ke larutan NaOH. Indikator seperti fenolftalein (tidak berwarna dalam asam, merah muda dalam basa) menandakan titik akhir ketika netralisasi selesai.
  3. Perhitungan konsentrasi:Volume larutan asam oksalat yang dikonsumsi dan massanya menentukan konsentrasi NaOH yang tepat.
Prinsip Reaksi:

Neutralisasi asam-basa mengikuti persamaan ini:

H2C2O4 ((aq) + 2NaOH ((aq) → Na2C2O4 ((aq) + 2H2O ((l)

Satu mol asam oksalat bereaksi dengan dua mol NaOH, memungkinkan penentuan konsentrasi yang tepat.

Pertimbangan Utama:
  • Simpan asam oksalat dihidrat dalam kondisi kering dan dingin untuk mencegah penyerapan kelembaban, yang membahayakan kemurnian.
  • Kontrol kecepatan titrasi di dekat titik akhir untuk menghindari overshoot.
  • Melakukan titrasi berulang untuk akurasi yang lebih baik.
Kesimpulan

Sebagai standar utama yang serbaguna, oxalic acid dihydrate memainkan peran penting dalam analisis kimia.Pengendalian aplikasi perhitungan berat molekul dan titrasi memastikan hasil kuantitatif yang dapat diandalkan, membentuk dasar untuk pengukuran laboratorium yang akurat.